8/06/2012

" air "

Ya, dia “ air ”
Ejaan huruf yang kuambil
Dari sepenggal namanya..
Nama yang tiada henti
Mengalir memenuhi ruang pikiranku
Nama yang membayang jernih
Disetiap keruhnya mimpiku
Pantulan tetes senyumnya
Membentuk gemercik nada
Yang mengalun indah..
Memberi ketenangan hati
Memecah kerinduan sunyi
Merangkai bayang – bayang wajah
Serupa bidadari meninggalkan surga..

Wahai “ air ”

Ku sanjung engkau
Tak hiraukan kelemahanmu
Ku kagumi engkau
Melebihi garis kemampuanku
Namun, aku tak ingin engkau
Menjadi air pada sejatinya
air dunia..
Yang tak dapat ku genggam
Yang tak mungkin ku sulam
Yang bisa menjadi musuh
Bagi api asmaraku
Dan mustahil itu
Untuk mengukir namaku dihatimu..
Tapi jika kau mengizinkan,
Bolehkah aku tenggelam dan mengalir
Bersama riangnya kehidupanmu
?
---------------------------------------

" Senyummu Bahagiaku "

Aku sengaja tidak terlalu
ku perlihatkan rasaku kepadamu
ku kira kau mengerti dengan setiap parhatian
yang kuberikan untukmu,
karna kita belum saling mengenal..
dan karna memang ku masih menjaga hatimu,
ternyata pikiranku salah,
kau lebih memilih menutup pintu hatimu,
  sebab mungkin kau masih menyimpan
kenangan indah dia dihatimu.
menurutku itu tidak salah
dan aku pun tidak bisa
berbuat banyak
karna, aku tahu aku bukan
seseorang dihatimu
dan semua yang indah menurutmu semoga
memang nyata indah untuk dirimu
ku harap ini menjadikan
kenangan indah untuk ku
bisa mengharapmu..
aku akan hidup walau tanpa hadirmu
sebab bahagia ku melihatmu tersenyum.
-----------------------------
#kutipan
“jika memiliki tidakkah mungkin terjadi,
hanya sebatas teman pun tidaklah saya hindari.
sebab, sejauh saya berangan
hanya setitik harapan yang saya dapatkan”